Rodri menegaskan bahwa keberhasilan Manchester City tidak bisa dihapus oleh siapa pun, dan ia tetap meyakini mantan klubnya tidak bersalah meski muncul laporan bahwa City dinyatakan bersalah melanggar aturan keuangan Premier League. Gelandang yang kini memperkuat Barcelona itu menyampaikan pandangannya secara terbuka, tidak menghindar ketika topik ini muncul dalam konferensi pers menjelang laga Spanyol melawan Inggris di ajang Nations League. Baginya, pencapaian yang diraih skuad City selama bertahun-tahun adalah hasil kerja keras kolektif yang tidak bisa dicabut hanya karena proses hukum yang masih berjalan.
Sikap Rodri ini menjadi penting karena kabar tersebut mencuat di tengah ketidakpastian status hukum klub. Sejumlah media melaporkan pada Jumat sore bahwa City dinyatakan bersalah atas hampir seluruh dakwaan yang diajukan Premier League sejak Februari 2023. Namun, klub tetap membantah dan menyatakan bahwa bagian signifikan dari proses hukumnya belum selesai, sehingga situasinya belum mencapai titik akhir.
Respons Rodri soal Putusan Bersalah Manchester City
Rodri mengakui bahwa ia memahami mengapa isu ini menjadi perhatian besar di publik. Ia menyatakan tidak mempermasalahkan beragam opini yang muncul, karena ia sadar posisinya sebagai pemain yang pernah menjadi bagian dari era paling sukses dalam sejarah klub. Menurutnya, cara pandang para pemain berbeda dengan cara pandang orang di luar ruang ganti, sebab mereka menjalani keseharian bersama klub dan merasakan langsung proses kerja di dalamnya.
Dalam konferensi pers yang digelar Jumat malam waktu setempat itu, ia menegaskan bahwa keberhasilan Manchester City bukan sesuatu yang bisa dihapus begitu saja. Ia menyebut pencapaian tersebut tidak dibayar dengan uang, melainkan dengan usaha, kebersamaan, dan sikap saling bahu-membahu setiap hari. Pernyataan itu ia sampaikan tepat sebelum ia berbicara menjelang pertandingan Inggris, yang digelar di Wembley, salah satu stadion tempat ia ikut mencetak sejarah bersama City.
Rodri bahkan menyebut dirinya beruntung bisa mengalami salah satu era terbaik sepak bola Inggris. Ia menilai seluruh kesuksesan yang diraih, baik bersama manajer maupun bersama rekan setim, adalah sesuatu yang layak didapatkan. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ia tidak ingin warisan prestasi itu dirusak oleh polemik di luar lapangan.
Kronologi Kasus 115 Dakwaan dan Bantahan Klub
Dakwaan terhadap Manchester City pertama kali diajukan pada Februari 2023, dengan total 115 tuduhan pelanggaran aturan keuangan Premier League. Sejak awal, klub dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa mereka memiliki dasar hukum yang kuat. Ketika laporan terbaru mencuat, seorang juru bicara klub menegaskan bahwa elemen-elemen penting dalam perkara mereka dengan Premier League masih belum tuntas, sehingga kesimpulan akhir belum bisa diambil.
Menariknya, Rodri menarik paralel dengan pengalaman pada 2020. Saat itu, City menghadapi proses hukum yang menurutnya mirip, meski tuduhannya berbeda. Pada tingkat pertama, klub dinyatakan bersalah sebelum akhirnya berhasil membalikkan keputusan tersebut dan bebas dari sanksi. Pengalaman itu menjadi rujukan utama mengapa ia masih menaruh kepercayaan pada sistem peradilan dan pada posisi klubnya saat ini.
Kasus 2020 yang ia maksud adalah keberhasilan City membatalkan larangan dua tahun tampil di kompetisi Eropa yang dijatuhkan UEFA. Upaya banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) berbuah hasil yang menguntungkan klub. Karena itu, Rodri memandang proses hukum yang kini berjalan bukan sebagai hal yang otomatis berujung pada hukuman berat, melainkan sebagai tahapan yang harus dilalui sampai tuntas.
Dampak pada Prestasi dan Para Pemain
Potensi sanksi dalam perkara ini dinilai bisa sangat berat, dan hal itu otomatis memunculkan pertanyaan tentang validitas trofi serta kesuksesan yang diraih klub. Pertanyaan semacam itu jelas menyentuh para pemain yang telah mencurahkan karier terbaiknya di Etihad Stadium. Namun, Rodri menolak membiarkan narasi tersebut mengaburkan kerja keras yang sudah dilakukan skuad.
Ia menegaskan bahwa apa yang dicapai para pemain tidak dapat diambil oleh pihak mana pun. Menurutnya, keberhasilan itu dibangun bukan hanya oleh manajer dan para pemain, tetapi juga oleh seluruh struktur organisasi, mulai dari pemilik klub hingga staf yang bekerja setiap hari di belakang layar. Kontribusi kolektif inilah yang membuatnya tetap merasa bangga dengan apa yang telah diraih.
Pernyataan Rodri juga menyiratkan bahwa tekanan psikologis semacam ini bukan hal baru bagi ruang ganti City. Ia menyebut timnya selalu tenang menghadapi isu seperti ini, dan tidak pernah terlihat gugup. Keteguhan itu, menurutnya, lahir dari keyakinan yang berulang kali disampaikan manajemen klub kepadanya dan rekan-rekan setim.
Alasan Rodri Tetap Percaya pada Manajemen City
Rodri mengungkapkan bahwa kepercayaannya bukan sekadar loyalitas buta. Ia menyebut pihak klub selalu menyampaikan keyakinan mereka bahwa tidak ada kesalahan yang dilakukan, dan ia menilai penyampaian itu terasa tulus ketika disampaikan langsung sambil menatap mata. Pengalaman 2020 yang berakhir tanpa sanksi membuatnya semakin yakin bahwa proses kali ini pun belum tentu berujung pada hukuman.
Ia juga menempatkan situasi ini sebagai bagian dari realitas sepak bola modern. Menurutnya, banyak tim atau sebagian tim kini menghadapi persoalan serupa, sehingga hal itu tidak lagi sepenuhnya asing di dunia sepak bola. Ia justru menilai positif kewajiban semua pihak untuk mematuhi aturan, karena hal itu penting bagi kesehatan kompetisi.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa keyakinannya memiliki batas yang jelas. Sampai klub terbukti bersalah, ia akan terus mempercayai Manchester City. Ia menambahkan bahwa ia mengenal betul cara kerja klub dan bagaimana mereka menjalani proses hukum, karena ia pernah berada di dalamnya selama bertahun-tahun.
Konteks Lebih Luas dan Langkah Berikutnya
Kasus ini menjadi salah satu perkara paling besar yang pernah dihadapi Premier League dalam kaitannya dengan aturan keuangan klub. Karena skala dakwaannya sangat besar, setiap perkembangan selalu menarik perhatian luas, tidak hanya di Inggris tetapi juga di kalangan penggemar sepak bola dunia. Dampaknya bisa meluas ke ranah kompetisi, reputasi liga, hingga cara klub-klub lain mengelola keuangan mereka ke depan.
Pernyataan juru bicara City bahwa masih ada elemen penting yang belum selesai menunjukkan bahwa proses ini belum memasuki babak akhir. Artinya, kesimpulan yang beredar di media belum tentu identik dengan putusan final yang mengikat. Publik pun diperkirakan masih akan menunggu kejelasan lebih lanjut sebelum menilai secara utuh.
Sementara itu, posisi Rodri sebagai pemain yang telah meninggalkan klub memberi warna tersendiri pada perdebatan. Ia tidak lagi berkepentingan langsung secara kontraktual, tetapi tetap memilih membela institusi yang membesarkan namanya. Hal ini menunjukkan bahwa ikatan emosional dengan klub bisa tetap kuat meski karier sudah berpindah tempat.
Penutup
Rodri berdiri teguh di belakang Manchester City dengan argumen bahwa kesuksesan yang diraih tidak bisa dicabut, dan bahwa klubnya belum terbukti bersalah sampai proses hukum benar-benar selesai. Ia bersandar pada pengalaman 2020, ketika City berhasil membatalkan sanksi UEFA melalui CAS, sebagai dasar kepercayaannya pada proses yang sedang berjalan. Baginya, kerja keras seluruh struktur klub adalah warisan yang tidak bisa dihapus oleh laporan apa pun.
Yang tersisa sekarang adalah menunggu bagaimana perkara ini bergulir, karena pihak klub sendiri menyatakan sejumlah elemen penting masih belum tuntas. Selama ketidakpastian itu berlanjut, perdebatan tentang prestasi City dan soal pelanggaran aturan keuangan akan terus menjadi bahan pembicaraan. Pernyataan Rodri setidaknya menegaskan satu hal: dari sudut pandang ruang ganti, keyakinan pada klub belum goyah sedikit pun.
