Berita bola

João Pedro Cedera, Alonso Ubah Rencana Chelsea di Anfield

Chelsea harus menyesuaikan rencana serangan menjelang lawatan ke Liverpool di putaran keempat Carabao Cup karena João Pedro cedera paha dan diperkirakan absen beberapa pekan. Pelatih Xabi Alonso menyampaikan kondisi itu secara langsung, sehingga laga di Anfield akan menjadi ujian bagi kedalaman skuad Chelsea. Absennya penyerang asal Brasil tersebut membuat Alonso perlu mencari formula baru di lini depan.

Masalah ini muncul saat latihan dan membuat João Pedro melewatkan kekalahan 2-0 Chelsea dari Tottenham di kandang pada Sabtu lalu. Kondisi itu jelas merugikan karena Chelsea tampak kesulitan tanpa sosok penyerang tengah yang diakui saat menghadapi Spurs. Alonso memperkirakan João Pedro baru kembali setelah jeda internasional bulan depan, dengan kemungkinan paling cepat akhir November.

Cedera João Pedro Bikin Alonso Ubah Rencana Serangan

Alonso menjelaskan bahwa João Pedro mengalami cedera di paha dan dipastikan tidak tersedia untuk pertandingan-pertandingan berikutnya. Ia enggan mematok tanggal pasti karena proses pemulihan bisa berubah, tetapi memberi gambaran bahwa absennya akan berlangsung beberapa pekan. “Dia cedera di paha dan akan absen beberapa pekan. Kita lihat berapa lama. Kami tidak ingin memprediksi, tetapi dia belum siap untuk pertandingan berikutnya,” kata Alonso.

Dengan kondisi itu, João Pedro kemungkinan juga tidak memperkuat Brasil pada jeda internasional mendatang. Ia sebelumnya sudah melewatkan pemusatan latihan terakhir tim nasional karena masalah lutut, sehingga absen kali ini menambah rangkaian gangguan kebugaran. Bagi Chelsea, pertanyaannya kini adalah bagaimana mengisi pos penyerang tanpa kehilangan keseimbangan permainan. Mantan penyerang Brighton ini menjadi tumpuan yang sulit digantikan.

Pilihan Alonso di lini depan menjadi sorotan setelah ia memainkan Chelsea tanpa penyerang murni dan mengabaikan Danny Welbeck saat melawan Tottenham. Keputusan itu mengejutkan, terutama karena Chelsea kalah 2-0 dan kurang tajam di depan. Welbeck sekarang disebut berpeluang besar untuk dimainkan sejak awal melawan Liverpool. Alonso juga tidak bisa memakai Cole Palmer yang menjalani skorsing, sehingga opsi menyerang makin terbatas.

Kembali ke Anfield, Alonso Tetap Menghormati Liverpool

Laga di Anfield akan terasa emosional bagi Alonso karena ia pernah menjadi bagian Liverpool dan meraih gelar Liga Champions pada 2005. Ini akan menjadi pertemuan ketiga baginya melawan Liverpool sebagai pelatih lawan. Sebelumnya ia kalah saat membawa Bayer Leverkusen pada 2024 dan Real Madrid pada musim lalu.

Meski memiliki ikatan sejarah dengan Liverpool, Alonso menegaskan tidak akan menahan diri jika Chelsea mencetak gol. Ia tetap ingin menunjukkan dukungan kepada tim dan klub yang sekarang dibelanya. Namun ia berjanji merayakan dengan penuh rasa hormat terhadap Liverpool. “Tentu saya akan merayakan. Dengan penuh rasa hormat karena kedekatan saya dengan Liverpool saat masih pemain. Namun sekarang saya berada di peran berbeda, saya harus mendukung tim dan klub saya, saya berjuang untuk klub saya, dan jika kami mencetak gol, saya akan merayakan dengan penuh hormat,” ujarnya.

Alonso juga pernah dipertimbangkan Liverpool ketika Jürgen Klopp mundur pada 2024. Ia mengaku menyadari situasi tersebut, tetapi memilih bertahan di Leverkusen. Alonso menyatakan tidak pernah melakukan pembicaraan dengan Liverpool, yang kemudian menunjuk Arne Slot. Kini Liverpool dilatih Andoni Iraola setelah Slot diberhentikan pada musim panas lalu, sementara Alonso telah menyetujui bergabung dengan Chelsea setelah meninggalkan Real Madrid pada Januari.

Apa Arti Absennya João Pedro bagi Chelsea?

Kehilangan João Pedro mempersempit pilihan Alonso di lini depan, terutama karena Cole Palmer juga absen karena skorsing. Chelsea harus mencari kombinasi yang bisa menjaga penguasaan bola sekaligus menciptakan peluang di Anfield. Tanpa penyerang yang biasa menjadi acuan, pola serangan berisiko menjadi mudah dibaca lawan. Inilah yang membuat laga melawan Liverpool bukan sekadar rotasi, melainkan ujian taktik.

Keraguan terhadap pendekatan Alonso sempat muncul setelah Chelsea kalah dari Tottenham, ketika lawan menguasai bola 68,5 persen. Alonso adalah gelandang pengumpan yang pernah bermain di bawah Pep Guardiola, sehingga ia dituntut mampu membangun permainan berbasis penguasaan bola. Ia mengakui timnya masih perlu berkembang dalam aspek itu. “Anda berkembang, Anda beradaptasi. Anda ingin menguasai bola. Mengetahui konteks dan apa yang sedang kami bangun, saya pikir kami punya ruang untuk berkembang di bagian itu. Saya pikir kami perlu bermain lebih percaya diri dengan bola,” kata Alonso.

Bagi Chelsea, absennya João Pedro berarti kesempatan bagi pemain lain seperti Welbeck untuk membuktikan diri. Namun beban itu tidak ringan karena mereka harus menghadapi Liverpool di markas lawan dalam kompetisi cup yang tidak memberi banyak ruang untuk kesalahan. Jika Chelsea mampu tampil solid tanpa penyerang utama, hal itu bisa menjadi tanda bahwa kedalaman skuad mulai terbentuk. Sebaliknya, kekalahan akan memperbesar sorotan terhadap keputusan Alonso.

Donnarumma dan Guéhi Dapat Pembelaan Maresca

Enzo Maresca memberi dukungan kepada Gianluigi Donnarumma setelah kiper itu melakukan kesalahan berbiaya dalam kekalahan Manchester City dari Paris Saint-Germain dan Aston Villa. Donnarumma menjadi sorotan ketika tembakan jarak jauh Nicolas Jackson pada laga di Villa Park pada Sabtu lolos di bawah tubuhnya dan menjadi gol penentu. Kekalahan tersebut merupakan kekalahan liga pertama City musim ini. Di Liga Champions melawan PSG bulan ini, ia juga dianggap bertanggung jawab atas gol Désiré Doué dan Maghnes Akliouche saat City kalah 4-2 dari juara bertahan.

Maresca menilai kesalahan adalah bagian normal dari sepak bola, terutama ketika pemain tampil dalam banyak pertandingan dan menit bermain. Ia menegaskan Donnarumma sejak awal bekerja dengan baik dan tidak perlu diberi tahu secara berlebihan ketika melakukan kesalahan. Menurut Maresca, kiper asal Italia itu memiliki karakter kuat dan menyadari sendiri apa yang salah. “Sebagai pemain atau pelatih, ketika tidak mendapat hasil atau membuat kesalahan, itu normal. Itu konsekuensi. Gigio sejak kami mulai tampil baik. Seperti pelatih atau pemain mana pun yang membuat kesalahan, itu bagian dari musim,” ujar Maresca.

Marc Guéhi juga sedang melalui periode naik-turun, termasuk ketika ia ikut bertanggung jawab atas gol pembuka Jackson pada Sabtu. Sebelumnya ia mengakibatkan penalti di akhir kemenangan 3-2 atas Ipswich dan membuat kesalahan awal yang berujung gol Lamine Yamal untuk Spanyol melawan Inggris di Nations League bulan lalu. Meski begitu, Maresca menyatakan sepenuhnya senang dengan Guéhi. Ia memuji cara bek itu bereaksi dan menyebutnya sebagai salah satu kapten serta pemimpin di tim. “Saya sepenuhnya senang dengan Marc. Cara dia bereaksi fantastis, dia orang hebat. Dia salah satu kapten, dia pemimpin, dan saya menyukai Marc. Sama seperti Gigio, ketika mereka membuat kesalahan itu diakui,” kata Maresca.

Donnarumma akan diistirahatkan ketika Manchester City menjamu Brighton di Carabao Cup pada Rabu. Maresca mengungkapkan bahwa lima pemain diberi libur tiga hari setelah laga melawan Villa untuk memulihkan energi, yaitu Erling Haaland, Rúben Dias, Elliot Anderson, Donnarumma, dan Josko Gvardiol. Geronimo Rulli akan kembali menggantikan Donnarumma melawan Brighton. “Setelah pertandingan melawan Villa kami memberi lima pemain libur tiga hari untuk memulihkan energi. Mereka semua sedang libur. Tiga hari libur, energi, pergi, kembali dengan energi penuh, lalu kami melangkah lagi,” ujar Maresca.

Iraola Minta Liverpool Terus Membuktikan Diri

Andoni Iraola menegaskan bahwa ia baru berada di awal proses untuk menunjukkan bahwa ia layak menangani Liverpool. Ia merasa hubungan dengan pendukung Anfield mulai tumbuh setelah tim meraih kemenangan beruntun. Iraola tampak lebih ekspresif dari biasanya setelah kemenangan atas Brighton yang sedang dalam performa bagus. Kemenangan itu menjadi kemenangan keempat berturut-turut Liverpool dan kemenangan kandang pertama di Premier League pada masa kepemimpinannya. Ia menyebut penampilan tersebut menyatukan tim dan suporter.

Iraola mengatakan hak untuk menjadi bagian dari Liverpool harus diperoleh melalui performa bagus dan kemenangan. Ia menilai proses itu membutuhkan waktu, tetapi senang karena suporter telah membantu tim dan menikmati pertandingan. Menurutnya, para pemain tampil menyenangkan karena memberikan segalanya, memblok, bertackle, berjuang, memenangi duel, dan melakukan lari ke belakang. “Saya sudah bilang sejak hari pertama: Anda harus mendapat hak untuk menjadi bagian di sini dan itu hanya didapat lewat performa bagus, kemenangan, dan ini akan butuh waktu. Tetapi saya senang karena tempo hari saya merasa suporter banyak membantu kami dan mereka menikmatinya sama seperti kami. Saya pikir para pemain tampil sangat menyenangkan karena mereka memberikan segalanya,” kata Iraola.

Liverpool akan menjamu Chelsea di Carabao Cup pada Rabu dan Iraola menegaskan peningkatan terbaru baru permulaan. Ia masih menuntut lebih banyak kemenangan, performa, dan waktu. Jelang laga, Iraola berharap Florian Wirtz tersedia meski ditarik keluar saat melawan Brighton karena masalah pergelangan kaki. Dominik Szoboszlai dan Victor Muñoz masih diragukan, dan Iraola mengatakan akan ada perubahan karena Arsenal datang di Premier League pada Minggu. Ia juga menyinggung jadwal padat dan kebutuhan beradaptasi dengan waktu istirahat yang lebih sedikit dari lawan. “Melawan Chelsea, Arsenal, Crystal Palace jelas, kami punya beberapa pertandingan dengan waktu istirahat lebih sedikit daripada lawan, tetapi Anda harus beradaptasi. Kadang itu menguntungkan, kadang justru sebaliknya seperti minggu ini. Anda harus siap,” ujarnya.

Ujian Kedalaman Skuad di Tengah Jadwal Padat

Rangkaian laga Carabao Cup, Premier League, dan kompetisi Eropa membuat tim-tim besar harus mengatur beban pemain dengan cermat. Chelsea kehilangan João Pedro dan Cole Palmer, Liverpool harus memantau kondisi Wirtz serta Szoboszlai, sementara Manchester City memilih mengistirahatkan Donnarumma dan beberapa pemain inti. Keputusan rotasi ini menunjukkan bahwa hasil dalam satu pertandingan tidak bisa dipisahkan dari kebugaran skuad secara keseluruhan.

Dalam konteks itu, laga Chelsea melawan Liverpool di Carabao Cup menjadi kesempatan untuk melihat seberapa siap pemain pelapis mengambil tanggung jawab. Bagi Alonso, pertandingan ini juga menjadi cara mempertahankan keyakinan pada ide permainan meski hasil dan komposisi pemain tidak ideal. Bagi Iraola, pertemuan ini menjadi bagian dari proses membangun kedekatan dengan suporter dan membuktikan bahwa perbaikan Liverpool bukan sekadar kebetulan. Dampaknya bisa terasa lebih lama daripada hasil satu malam.

Kesimpulan

Dari tiga perkembangan yang terangkum, isu utama tetap cedera João Pedro yang memaksa Chelsea mengubah rencana di Anfield. Alonso harus mencari solusi tanpa penyerang Brasil itu dan tanpa Cole Palmer, sementara laga di Liverpool juga membawa dimensi emosional bagi dirinya. Di sisi lain, Manchester City memilih melindungi Donnarumma melalui rotasi, dan Liverpool di bawah Iraola masih berada dalam tahap membangun konsistensi.

Semua keputusan itu akan diuji dalam pertandingan-pertandingan berikutnya, terutama ketika jadwal padat menuntut rotasi dan ketahanan mental pemain. Bagi Chelsea, hasil di Carabao Cup bisa menjadi penanda apakah kedalaman skuad cukup untuk menutup absennya João Pedro. Bagi Liverpool, laga ini menjadi kesempatan memperkuat hubungan dengan suporter sekaligus membuktikan bahwa proses yang dijalankan Iraola berjalan ke arah yang benar.

Exit mobile version