Berita bola

De Zerbi Sebut Kebersamaan Kunci Kebangkitan Tottenham

Roberto De Zerbi menilai kebangkitan Tottenham tidak lepas dari perubahan cara tim berbicara dan membangun kedekatan. Sebelum laga melawan Manchester United, skuad menggelar pertemuan terbuka untuk membahas situasi, lalu melanjutkannya dengan pemusatan latihan dan bonding trip ke Marbella. Hasilnya, Spurs mampu keluar dari tiga terbawah setelah mengalahkan Coventry 3-1 di kandang pada Senin malam.

Kemenangan itu penting karena menjadi tiga poin pertama Tottenham di Premier League musim ini. Sebelumnya mereka bermain imbang 1-1 dengan Manchester United meski hanya bermain dengan 10 pemain. De Zerbi melihat ada sikap baru dalam tim: para pemain tidak hanya menjalankan instruksi, tetapi juga mengambil tanggung jawab dan bermain untuk satu sama lain.

Pertemuan Terbuka dan Bonding Trip ke Marbella

De Zerbi mengungkapkan bahwa sehari sebelum bertandang ke Old Trafford, tim mengadakan pertemuan besar. Dalam pertemuan itu, mereka membicarakan situasi yang sedang dihadapi dan menekankan pentingnya menerima tanggung jawab. Menurut De Zerbi, tim tidak bisa bergerak maju jika tidak berani mengakui persoalan yang ada.

Setelah itu, pelatih membawa skuad ke Marbella untuk latihan cuaca hangat sekaligus mempererat hubungan antar pemain. De Zerbi menyebut waktu kebersamaan itu penting karena ia ingin tim terasa seperti keluarga. Ia menekankan bahwa di saat sulit, pemain harus bermain untuk teman dan saudara, bukan seperti 11 robot di lapangan.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya De Zerbi mengubah atmosfer tim. Ia tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga ingin membangun rasa saling percaya di dalam skuad. Bagi Tottenham, momen sederhana seperti berkumpul dan berbicara terbuka dinilai bisa memberi dampak pada cara tim tampil di pertandingan.

Kemenangan Pertama Tottenham dan Peran Maddison

Melawan Coventry, Tottenham membuka keunggulan lewat gol indah James Maddison. Laga itu menjadi start pertama Maddison setelah 536 hari, sehingga golnya memberi makna tersendiri. Coventry sempat menyamakan kedudukan melalui Jack Rudoni, tetapi Spurs merespons dengan gol Omar Marmoush dan Ben Davies.

Omar Marmoush mencetak gol pertamanya sejak meninggalkan Manchester City, sementara Ben Davies memastikan kemenangan 3-1. De Zerbi menilai performa melawan Coventry sebenarnya masih bisa lebih baik. Meski begitu, ia puas dengan sikap tim karena mereka mampu meraih kemenangan Premier League pertama musim ini.

Hasil tersebut membawa Tottenham naik ke peringkat 16 dan keluar dari tiga terbawah. De Zerbi juga senang karena gol pertama Maddison sejak Mei 2025 bertepatan dengan kembalinya Dejan Kulusevski dari bangku cadangan. Kulusevski tampil pertama kali setelah mengalami cedera lutut serius pada bulan yang sama.

Dampak Kebangkitan Tottenham: Mentalitas dan Kolektivitas

Bagi De Zerbi, dua hal paling penting dari kemenangan atas Coventry adalah kesadaran bahwa Tottenham bisa menang seperti tim lain di Premier League. Yang kedua, tim mulai menyumbangkan sesuatu dari diri mereka sendiri, bukan hanya mengandalkan instruksi pelatih. Ia menilai perubahan sikap dalam dua pekan terakhir menjadi fondasi hasil tersebut.

Kehadiran Maddison dan Kulusevski disebut memberi atmosfer berbeda di ruang ganti. De Zerbi menjelaskan bahwa keduanya punya talenta, pengalaman, dan kepribadian yang berbeda. Dengan mereka kembali, suasana tim menjadi lebih hidup dan pilihan pemain di lini serang menjadi lebih kaya.

Namun, kebangkitan Tottenham ini masih perlu dibuktikan secara konsisten. Posisi 16 menunjukkan mereka sudah keluar dari zona merah, tetapi belum sepenuhnya aman. Tantangan berikutnya adalah menjaga intensitas, komunikasi, dan rasa saling bertanggung jawab yang mulai terbangun dalam dua pekan terakhir.

Sorotan Lampard: Kontroversi Gol Marmoush

Di sisi lain, Frank Lampard puas dengan perlawanan Coventry meski timnya kalah 3-1. Ia menilai penampilan Coventry cukup besar dan pada kedudukan 2-1 mereka masih terus menekan. Namun, Lampard mempertanyakan keputusan VAR yang tidak menganulir gol Marmoush.

Lampard menduga gol itu bisa dibatalkan karena Marmoush dianggap menyikut Milan van Ewijk. Menurutnya, jika pemain berputar dengan siku setinggi itu dan mengenai lawan, VAR semestinya meninjau lebih jauh. Ia mengaku terkejut karena gol tetap dianggap sah.

Kontroversi ini tidak mengubah hasil akhir, tetapi menambah catatan pada laga tersebut. Bagi Coventry, kekalahan tetap menjadi pelajaran tentang efisiensi dan kemampuan menjaga fokus. Bagi Tottenham, kemenangan tetap menjadi bukti awal bahwa pendekatan kebersamaan yang diusung De Zerbi mulai membuahkan hasil.

Konteks Lebih Luas: Apa yang Harus Dijaga Tottenham

Di Premier League, kemenangan pertama sering menjadi titik balik psikologis bagi tim yang tertekan. Tottenham kini punya kesempatan menjadikan hasil atas Coventry sebagai awal, bukan sekadar jeda dari tekanan. Jika De Zerbi mampu menjaga kedekatan skuad dan mengembalikan pemain penting secara bertahap, fondasi kebangkitan Tottenham bisa lebih kuat.

Namun, sepak bola tidak hanya soal suasana ruang ganti. Kualitas permainan, konsistensi selama 90 menit, dan ketajaman di depan gawang tetap harus dijaga. De Zerbi sendiri mengakui performa melawan Coventry belum sempurna, sehingga perbaikan taktis masih diperlukan.

Ke depan, Tottenham akan diuji apakah pertemuan terbuka, bonding trip, dan kembalinya pemain berpengalaman bisa bertahan ketika tekanan kembali datang. Jika semangat seperti keluarga itu terbawa ke lapangan, bukan tidak mungkin hasil-hasil berikutnya ikut membaik. Konsistensi akan menjadi penentu apakah momen ini benar-benar menjadi awal kebangkitan.

Secara keseluruhan, De Zerbi menempatkan komunikasi dan kebersamaan sebagai kunci awal kebangkitan Tottenham. Pertemuan sebelum laga melawan Manchester United dan bonding trip ke Marbella menjadi upaya membangun tanggung jawab kolektif, sementara kemenangan 3-1 atas Coventry memberi bukti bahwa pendekatan itu mulai bekerja. Hasil tersebut menjadi bukti awal bahwa cara baru ini mulai diterima oleh skuad.

Kehadiran kembali Maddison dan Kulusevski menambah energi baru, meski Tottenham masih harus membuktikan konsistensinya. Dengan posisi di peringkat 16 dan tiga poin pertama musim ini, Spurs punya titik pijak yang lebih baik untuk melangkah. Jika semangat saling bermain untuk satu sama lain tetap terjaga, kebangkitan Tottenham bisa berlanjut ke laga-laga berikutnya.

Exit mobile version